KIAT JITU MEMPERCANTIK WAJAH ^_^

January 12th, 2006 by winnie1715

Artikel Muslimah - Sunday, 20 February 2005

Kafemuslimah.com Siapa yang tidak ingin tampil cantik? Kecantikan merupakan merupakah satu hal yang sangat diinginkan oleh para wanita. Mereka para kaum Hawa itu banyak yang telah mencoba berbagai kiat, baik dengan menggunakan berbagai kosmetik, pemutih atau menggunakan lulur, ekstrak bengkoang dan lain-lain agar wajahnya putih alami dan berseri.

Terlepas dari keberhasilan semua trik-trik di atas yang notabene masih dipertanyakan terlebih lagi mengandung zat-zat kimia yang berbahaya, kenapa tidak menggunakan kiat yang satu ini?

Apa kiatnya? Yaitu shalat tahajjud di malam hari.

Berkata Imam Ibnul Qayyim, Sesungguhnya shalat malam itu dapat memberikan sinar yang tampak di wajah dan membaguskannya Ada sebagian istri yang memperbanyak pelaksanaan shalat malam. Ketika ditanyakan kepada mereka mengenai hal tersebut, mereka menjawab, Shalat malam itu dapat membaguskan wajah dan kami senang jika wajah kami menjadi lebih bagus.Demikian yang dituliskan oleh Mahmud Mahdi Al-Istanbuli di bukunya Kado Perkawinan halaman 312 ketika mengutip perkataan Ibnul Qayyim di buku Raudha Ath-Thalibin. [1]

Perlu juga diingat bahwa kiat ini bukan cuma monopoli kaum Hawa saja, kaum Adam pun perlu juga menerapkannya.

Keutamaan Shalat Tahajjud
Disamping hikmah diatas yang bisa di dapat dari melaksanakan shalat malam, shalat malam ini pun mempunyai keutamaan yang lain. Bahkan inilah yang lebih penting.

  1. Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji, dalilnya adalah
    “Dan pada sebagian malam hari bertahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.(Al Israa : 79).

  2. Shalat malam dapat mendekatkan diri kepada Allah dan dapat menghapuskan dosa, dalilnya adalah
    Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa. (HR. Tirmidzi no. 3549, Al Hakim I/380, Baihaqi II/502. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaa Al Ghalil II/199/no. 452). [2]

  3. Kemuliaan orang beriman ada pada shalat malam
    Jibril berkata, Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan shalat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain.? (Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 831). [3]

Shalat malam yang paling utama adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat ini doa akan dikabulkan oleh Allah. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasannya Nabi pernah bersabda:

Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit. (HR. Bukhari no. 145 dan Muslim no. 758). [4]

Bagaimana Agar Bisa Shalat Tahajjud?
Shalat malam termasuk ibadah yang berat, karena di saat kita terlelap dan masih mengantuk maka kita harus bangun untuk shalat. Berikut beberapa sebab agar kita dimudahkan untuk melaksanakan shalat malam.

  1. Berusaha untuk tidur di awal malam dan menjauhkan diri dari begadang. Rasulullah membenci tidur sebelum Shalat Isyaa dan berbicara sesudah Shalat Isyaa. [5]
  2. Ketika akan tidur, perhatikan adab-adab tidur, misalnya membaca doa sebelum tidur, membaca ayat kursi, membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah, membaca Surat Al Kaafirun, dll. [6]
  3. Tidur sebentar di siang hari
  4. Meninggalkan kemaksiatan, dosa dan perbuatan bid’ah
  5. Berkeinginan kuat untuk shalat malam
  6. Memasang jam beker. Bisa juga dengan saling membangunkan istri, suami, dan keluarga. Bahkan bisa dengan saling membangunkan tetangga atau teman dengan menelpon melalui handphone-nya. Saling berta’awun dalam kebaikan dan taqwa

DUHAI MUSLIMAH, BERBEKALLAH !!!

August 1st, 2005 by winnie1715

Publikasi: 08/02/2005 11:19 WIB

eramuslim - Saya pernah membaca kisah seorang wanita pengusaha yang memulai usahanya dari nol. Uniknya si ibu muda ini dulunya pernah mengenyam bangku kuliah sebuah universitas swasta terkenal di Jakarta. Semasa kuliah ia aktif dalam salah satu organisasi di kampusnya. Setelah menikah ia tinggalkan semua aktifitas di luar, karena sang suami yang seorang pengusaha menginginkan ia menjadi seorang ibu rumah tangga sejati yang hanya mengurusi rumah tangga dan anak-anaknya.

Kisah usaha ibu muda ini berawal dari kegagalan usaha sang suami yang berujung pada kebangkrutan. Sang suami saat itu mengalami depresi karena kegagalannya tersebut. Melihat kondisi seperti itu, wanita tegar ini langsung berinisiatif untuk menghidupkan kembali salah satu usaha milik suaminya. Saat itu yang masih mereka punyai hanya beberapa unit mesin jahit bekas usaha konveksi suaminya.

Dengan semangat ia mulai mempelajari teknik membuat pola dan menjahit hingga akhirnya ia bisa membuat sebuah blazer yang kemudian ia jajakan contoh jahitannya itu dari satu toko ke toko lain di sebuah pasar di Jakarta.

Awal usahanya ini memang berat, toko-toko yang ia datangi menolak contoh jahitannya itu. Beberapa hari kemudian akhirnya sebuah toko bersedia menjual blazernya. Dan ternyata kegigihannya membuahkan hasil; blazernya laku keras, orderan pun mengalir deras, hingga akhirnya ia bisa mempekerjakan banyak karyawan, memperbesar usahanya dan tentu saja berhasil menyelamatkan biduk rumah tangganya yang hampir karam.

***

Baru-baru ini ada kisah menarik tentang seorang ibu muda berusia 34 tahun asal Wonocolo Surabaya. Ia adalah seorang pengusaha mikro lulusan sekolah menengah atas. Pada tanggal 18 November yang lalu ia menghadiri sekaligus berbicara di Ruang Konferensi II Markas Besar PBB setelah memenangi lomba Micro Credit Award 2005 yang diselenggarakan oleh Kantor Menko Perekonomian. Ia berada di forum internasional yang dihadiri 250 delegasi negara anggota PBB itu untuk menghadiri pencanangan Tahun Kredit Mikro Internasional 2005.

Penuturan ibu muda berputra tiga orang ini tentang usaha kecilnya mengundang decak kagum siapa pun yang hadir saat itu. Ia tidak hanya telah berhasil mengembangkan usaha membuat pakaian, tas, aksesori, dan barang kerajinan dari kain atau percanya yang diawalnya pada tahun 1998 dengan hanya bermodalkan uang 500 ribu rupiah itu dengan secara profesional tapi juga ia telah berhasil membina dan memberdayakan para pekerjanya yang 80 persen adalah tuna daksa.

Atas hadiah yang diterima, ia mengatakan uang itu akan digunakan membangun paviliun guna menampung para tuna daksa dan remaja putus sekolah yang dilatih di rumahnya, karena selama ini para pekerjanya tidur di setiap celah yang ada di rumahnya.

***

Seperti kata Ibu Dewi Sartika, salah satu Pahlawan Emansipasi Wanita Indonesia, bahwa wanita harus mempunyai pengetahuan untuk hidup. Perkataannya itu keluar sebagai kesadarannya yang timbul setelah bapaknya yang seorang patih di Bandung meninggal dunia, dan kekayaan keluarganya disita oleh pemerintah Belanda. Saat itu usianya masih belasan tahun, tapi Dewi sartika dan ibunya harus berjuang untuk hidup.

Ya, wanita memang harus mempunyai pengetahuan untuk hidup. Ada kalanya kehidupan datang tidak seperti yang kita inginkan. Seperti kejadian ibu muda di atas yang tiba-tiba harus berjuang menyelamatkan rumah tangganya. Beruntung si ibu ini pernah mengenyam pengalaman berorganisasi sehingga pada dirinya sudah tertanam keterampilan interpersonal yang baik juga semangat untuk berjuang dan belajar. Bagaimana halnya jika hal ini terjadi pada wanita yang selama hidupnya serba lancar-lancar saja, maksudnya belum pernah mengalami terpaan hidup? Bisa jadi ia pun bisa menjadi penyelamat biduk rumah tangganya, tapi bukankah sesuatu yang datangnya tiba-tiba akan memberikan goncangan jiwa yang tidak bisa dianggap enteng?

Banyak para suami, karena terlalu sayang pada istri, tidak mengizinkan para istri untuk bekerja. Hal ini memang bisa dipahami karena suamilah yang bertugas mencukupi kehidupan keluarga. Tapi alangkah baiknya jika para suami pun memberikan keterampilan hidup bagi para istrinya atau memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya sehingga istrinya bisa memiliki peranan tidak hanya dalam rumah tangganya saja tapi juga peranan dalam membina lingkungan masyarakatnya seperti halnya ibu muda pengusaha mikro yang saya ceritakan di atas.

Ada juga wanita yang setelah anak-anaknya tumbuh dewasa, baru bisa membantu finansial keluarga ataupun turut aktif dalam mewujudkan keshalehan sosial di lingkungannya. Selama masa-masa membesarkan anak-anaknya, dia tidak pernah berhenti belajar sehingga ketika saatnya tiba dia bisa berperan lebih.

Memang sulit bagi wanita zaman sekarang untuk berperan ganda. Di zaman yang penuh tantangan ini tidaklah mudah mendidik anak sementara dia juga harus aktif di luar rumah, seperti bekerja ataupun aktif dalam kegiatan masyarakat. Jangan-jangan sukses di luar tapi anak-anaknya mengalami degradasi moral akibat kurangnya perhatian orang tua yang sibuk bekerja. Hal ini dikembalikan kepada istri dan sang suami karena ternyata tidak sedikit keluarga yang istrinya bekerja tapi bisa mengantarkan anak-anaknya menjadi pribadi yang mandiri dan berakhlak baik.

Ada baiknya kita renungkan kembali perkataan Ibu Kita Dewi Sartika juga pengalaman sebagian wanita "petarung", seperti cerita wanita di atas, tentang pentingnya wanita memiliki keterampilan hidup sejak dini, agar di saat yang tepat mereka mampu berperan lebih dan tampil mandiri tanpa harus merepotkan orang-orang di sekitarnya di saat-saat biduk rumah tangganya berada pada kondisi gawat darurat.

***
Iswanti

onetea03@yahoo.com

Wanita Shalihah

July 7th, 2005 by winnie1715

Wanita Shalihah, Surga bagi dirinya sendiri…

Wanita, terlahir dengan sifat dan watak unik yang menonjolkan dasar kepribadiannya yang ‘bengkok’. Nuansa kepribadiannya bak gelas-gelas kaca, sebuah keindahan yang rapuh, lagi mudah pecah. Secara

bijak, Rasulullah Shalallahu’alaihiwasalam menegur shahabatnya, Anjasyah, saat ia sedang mengiringi kaum wanita, dalam sebuah perjalanan haji.

"Pelan-pelan saja wahai Anjasyah! Jagalah botol-botol kaca itu dengan penuh kelembutan." (Riwayat Abu Dawud)

Kerapuhan kaum wanita adalah kelemahan, yang sekaligus kelebihan mereka. Kerapuhan itu menjadi titik lemah, saat harus berhadapan dengan "kompetisi" dalam menunaikan ajaran syari’at, secara ketat dan berkesinambungan. Pencapaian konsistensi secara optimal, menjadi sebuah keniscayaan yang cukup berat meski bukan berarti mustahil. Namun karena kerapuhan itu pula, Islam memberikan hak-hak perlindungan serba lebih, bagi kaum wanita. Walaupun terkesan lebih mengikat, namun sebenarnya lebih merupakan penjagaan yang sangat ketat. Tak ubahnya merawat botol-botol kaca. Seorang Sopir truk, yang melalui perjalanan dalam hitungan ribuan kilometer, dengan mengangkut tumpukan ribuan botol-botol kaca, mungkin termasuk orang yang memahami, betapa riskannya merawat botol-botol kaca tersebut. Banyak ajaran Syari’at, atau tugas-tugas yang disahkan dalam syari’at, yang dengan santun ‘dibebaskan’ dari kaum wanita. Semua itu berpangkal dari fenomena kerapuhan wanita, dan semua itu merupakan rahmat dan kasih sayang islam, terhadap kaum wanita.

Dalam perwujudan upaya menggali potensi dirinya, melalui penerapan ajaran-ajaran syari’at, tanpa disadari seorang wanita muslimah -pada hakikatnya- sedang menuju upaya menutupi kekurangan-kekurangan pada watak dasar dan prilakunya. watak dan prilaku alamiah yang secara naluri biasa mereka lakukan. Gelar wanita shalihah, tak ubahnya seperti sebuah acara pelantikan, legitimasi atau wisuda yang

menetapkan keputusan final, "wanita, dengan tingkat kerapuhan paling rendah."

Oleh sebab itu, wanita shalihah adalah wanita yang memiliki kesempatan terbanyak untuk menjadi wanita paling bahagia.

Allah berfirman :

"Sebab itu, wanita shalihah,ialah wanita yang taat kepada Allah, lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada. Oleh karena Allah telah memelihara mereka." (An-Nisa: 34)

Mereka memelihara diri, karena sadar, bahwa Allah telah memberikan pemeliharaan kepada mereka. Perwujudan rasa syukur dirinya adalah dengan memproses dirinya menjadi wanita yang shalihah.

Dimana tentunya berbuah manis berupa pencapaian nikmat kebahagiaan tertinggi. Setara dengan upaya berat yang selama ini telah mereka lakukan. Dengarkan dan camkan apa yang telah diungkapkan Asiyah, istri Fir’aun yang durjana. Dalam kehidupan secara lahir, penuh dengan penderitaan, wanita ini telah berhasil menunjukkan gelombang kebahagiaan yang bersinar di dalam jiwanya.,

" Ya Rabb-ku, Bangunkanlah untukku sebuah rumah disisi-Mu dalam surga nanti, dan selamatkanlah diriku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah diriku dari kaum yang zhalim…." (At-Tahrim:11)

Aduhai indahnya. betul-betul sebuah ucapan indah yang teduh lagi penuh makna. Sama sekali bukanlah ucapan yang mencerminkan seorang wanita yang panik, khawatir, dan terlilit rasa takut yang mencekam. Padahal, pantas saja bila sewajarnya ia khawatir dan takut, karena yang dihadapinya adalah Fir’aun, suaminya, diktator nomor wahid sepanjang masa. Namun sekali lagi, dia tidak menunjukkan rasa gelisah perasaannya. Ia hanya berpulang kepada Allah dan meminta sebuah imbalan (upah) kecil -dibandingkan dengan segala karunia yang akan Allah janjikan- sebagai hiburannya di surga,

yaitu sebuah rumah idaman. Sebuah permohonan yang muncul dari lubuk hati wanita paling bahagia di dunia!

Darimana kebahagiaannya itu muncul? tidak lain dari dasar keimanan yang mendalam. dari sentuhan demi sentuhan amal shalih, yang mengikat kuat aktivitas hidupnya, yang telah menyatu dengan denyut nadi, hembusan nafas dan aliran darahnya.

keberadaannya sebagai seorang wanita, tidak menghalangi dirinya dalam menembus batas-batas kewajaran, menyejajarkan diri dengan para tokoh

besar. Bukan dalam panggung politik atau perebutan kursi kekuasaan. Bukan pula dalam ajang pengesahan diri melalui pengakuan orang banyak, namun dengan meludahi tembok syari’at. Tidak, sama sekali

tidak. Kemuliaannya dia peroleh melalui rentetan amal ibadah yang benar dan ikhlas, sehingga mampu mendulang rahmat Allah dan ‘memberi izin’ turunnya rahmat Allah.

"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuanyang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah akan menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar." (Al Ahzab:35)

Itulah realitas kebahagiaan yang bersejarah. Kebahagiaan seorang wanita yang telah membuka mata kaum muslimin melalui keteguhan sikap, pendirian dan imannya yang terpintal kuat, dalam lubuk hatinya yang paling mendalam. Realitas itulah yang mengangkat Asiyah hingga pada tataran kesempurnaan yang mungkin hanya bisa diraih oleh para tokoh

agung dari kalangan lelaki.

Rasulullah Shalallahu’alaihiwasalam bersabda yang artinya,

" Di antara kaum lelaki, banyak yang sempurna. Namun di antara kaum wanita yang sempurna, hanyalah Asiyah Fir’aun dan Maryam binti Imran." ( Riwayat Al Bukhari, muslim, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Imam Ahmad, dan Ibnu Hibban)

Keistimewaan Wanita

July 5th, 2005 by winnie1715

BERBAHAGIALAH MENJADI SEORANG WANITA KARENA DI BERI KEISTIMEWAAN OLEH ALLAH.

1. Do’a  wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki.  Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : " Ibu lebih penyayang daripada Bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.

2. Wanita yang solehah ( baik ) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang soleh.

3. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seperti orang yang senantiasa menangis Karena takut Allah SWT dan orang yang takut Allah SWT akan diharamkan api neraka  keatas tubuhnya.

4. Barang siapa yang membawa hadiah ( barang, makanan dari pasar kerumah ) lalu diberikan kepada keluarganya, maka  pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barang siapa yang menyukai akan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S

5. Wanita  yang tinggal bersama anak-anaknya, akan tinggal bersama aku ( Rasulullah SAW ) di dalam surga.

6. Barang siapa yang mempunyai tiga anak perempuan atau tiga Saudara perempuan atau dua Saudara perempuan , lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dengan penuh  rasa takwa serta bertanggung jawab, maka baginya  adalah surga.

7. Dari Aisyah r.a. "Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya  lalu dia berbuat baik kepada mereka , maka mereka akan menjadi penghalang baginya api neraka."

8. Surga  itu di bawah telapak kaki ibu.

9. Apabila memanggilmu dua orang ibu bapamu  maka jawablah  panggilan ibumu dahulu.

10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga . Masuklah dari manapun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

11. Wanita yang taat pada suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristigfar baginya selama dia taat kepada  suaminya dan rekannya ( serta  menjaga sembahyang dan puasanya ).

12. Aisyah r.a. berkata " aku bertanya pada rasulullah SAW, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda "suaminya". Siapa pula berhak terhadap lelaki?" jawab Rasulullah SAW "Ibunya"

13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat pada suaminya, masuklah dia dari pintu  surga mana saja yang dia kehendaki

14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT  memasukkan dia kedalam surga lebih dahulu daripada suaminya ( 10.000 tahun )

15. Apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristigfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan  menghapuskan darinya 1000 kejahatan.

16. Apabila seorang perempuan  mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan  baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT

17. Apabila seorang perempuan  melahirkan anak, keluarlah ia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkan

18. Apabila telah lahir ( anak ) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan dari susunya diberi satu kebajikan

19. Apabila semalaman ( ibu ) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT

tujuh pokok wasiat Rasulullah kepadaWanita

July 5th, 2005 by winnie1715

Assalamu`alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Berikut ini tujuh pokok wasiat Rasulullah kepada Wanita:

1. Hendaklah kalian beriman kepada Allah dengan aqidah yang bersih. Tidak ragu-ragu. Motivasi beramal yang jujur semata-mata karena Allah SWT.

2. Janganlah kalian berbuat syirik, mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Bertanya kedukun, pakai jimat, menaruh sesajen, pakai susuk, meyakini cerita-cerita khurafat dan sejenisnya. Karena dosa syirik itu satu-satunya dosa yang menyebabkan seseorang kekal selamanya dineraka.

3. Janganlah kalian mencuri, mengambil barang bukan milikmu. walau hanya sebutir nasipun, sebab daging yang tumbuh dari barang haram, maka nerakalah tempatnya. Menambahi sebiji buah dipasar tanpa izin sipenjual. Berusahalah yang baik, tak perlu malu selama halal.

4. Janganlah kalian berzina. Mendekati saja jangan, apalagi sampai berzina. Karena zina itu sekeji-kejinya dosa dan seburuk-buruknya yang diperbuat. Tutup semua peluang kearah zina. Seperti tabarruj, bicara lama-lama dengan lelaki yang bukan muhrim, melayani ajakan jalan-jalan dan bersunyi-sunyi dengan lelaki bukan muhrim, banyak keluar rumah, memberi peluang kepada lelaki untuk lebih akrab, lebih dekat, lebih diperhatikan. Memancing syahwat laki-laki dengan menampakkan aurat.

5. Janganlah kalian membunuh anak-anak kalian. Karena takut miskin, Karena takut punya anak banyak, takut tidak sanggup membiayainya. Allah yang memberi anak-anak kalian itu rezeki dan juga rezeki bagi kalian. Bayi dibunuh dengan cara abortus(pengguguran). Dosa ini sama dengan membunuh!!!.

6. Janganlah kalian berbuat dosa dengan tangan dan kaki kalian. Karena emosi dan dendam, karena sakit hati dan hasad. Mengada-adakan sesuatu(gosip), memfitnah, mengunjingkan orang lain, mengumpat, menghasut orang lain untuk saling benci(adu domba), dan ngobrol berjam-jam tanpa mamfaat.

7. Janganlah kalian durhaka terhadap Allah, terhadap rasul, terhadap kedua orang tua atau terhadap suami. Peliharalah segala amanah. Taatlah dalam ibadah.Tetaplah Istiqamah dalam senang maupun susah. Karena itulah ciri "Mar`atus shalihah"

Wallahua`lam Wassalamu`alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

PESAN SEORANG IBU KEPADA PUTRINYA

July 4th, 2005 by winnie1715

16842_1 Pesan seorang ibu kepada anak perempuan saat menghadapai pernikahan

             ( sang ibu bernama Umamah binti Al-Harits )

Wahai anak ku sayang seandainya pesan ini tidak perlu di kemukakan karena keutamaan pekerti orang yang akan diberinya, tentu ibu tidak akan memberikan kepadamu. Akan tetapi, pesan ini akan memnjadi peringatan bagi orang yang lalai dan akan memberikan bantuan bagi orang yang berakal
Wahai anakku sayang, sesungguhnya sebentar lagi engkau akan berpisah dari nuansa tempat kelahiran mu dan akan meninggalkan satang di mana engkau di besarkan menuju ke sarang yang belum engkau kenal dan akan hidup bersama dengan teman yang belum engkau kenal benar. Kelak dia kan menjadi penguasa yang terus mengawasi dan memilikimu. Oleh karena itu jadi lah engkau d\sebagai budak perempuannya niscaya diapun akan menjadi budak laki – lakimu.

Ingat lah selalu pekerti berikut ini :
1. Bersikap khusyu’lah engkau kepadanya dengan menerima apa adanya.
2. Tunduk patuhlah engkau kepadanya dengan sebaik-baiknya .
3. Perhatikan pula apa yang biasa di ciumnya, jangan sampai penciumannya mengendus darimu kecuali bau harus yang disukainya
4. Perhatikanlah selalu hal – hal yang biasa dilihat olehnya; jangan sampai matanya meilhat kamu dalam keadaan buruk penampilan.
5. Perhatikanlah selalu watku tidurnya, karena kurangnya tidur akan membangkitkan emosi kemarahan.
6. Perhatikanlah selalu waktu makanya, karena sesungguhnya himpitan rasa lapar akan membakar emosi kemarahan.
7. Jagalah hartanya dan layanilah dia. Adapun pokok permasalahan yang berkaitan dengan harta adalah mengatunya dengan baik.
8. Layanilah pula anak – anaknya dan yang terkaitan dengan anak – anak adalah mendidiknya dengan baik.
9. Jangan sekali – kali engkau mendurhakai perintahnya, karena sesungguhnya jika engkau melanggar perintahnya berarti engkau akan membuat dadanya bergejolak.
10. Jangan sekali – kali engkau membocorkan rahasianya, karena jika engkau membocorkan rahasianya, berarti engkau tidak dapat terhindar dari penghianatannya.
Selanjutnya, janganlah sekali – kali engkau terlihat gembira dihadapannya sedangkan dia dalam keadaan murung dan jangan sampai engkau sedih di hadapannya sedang dia dalam keadaan gembira.

Dikutip dari buku risalah mukminah JANGAN TERPEDAYA

                 ( Muhammad Rasyid Al ‘ Uwaid )

Kuntum-kuntum Bunga Dunia (2)

July 4th, 2005 by winnie1715

                           Episode Bunga MawarCaovyhe9

Saudariku, meskipun aku tak begitu suka dengan bunga. Tapi aku suka mengamati dan membuat pemaknaan-pemaknaan tentangnya. Sebab, bukankah kita dituntunkan untuk bertafakkur terhadap penciptaan Allah?

Aku sudah menceritakan tentang bunga matahari beberapa waktu yang lalu (jika kalian sempat membaca tulisanku sebelumnya) . Gambaran seseorang taat, seseorang yang berpegang teguh terhadap apa yang dianggapnya benar, apa yang menjadi prinsipnya. (setidaknya menurut pemaknaanku)

Saudariku, pasti kau tahu bunga mawar. Bunga yang sering menjadi lambang dari cinta, romantisme, bunga yang warnanya tegas, jika ia berwarna merah, maka ia akan berwarna merah darah, pekat! Jika ia putih, ia pun berwarna putih yang teguh, suci. Jarang mawar berwarna merah muda, meskipun mungkin ada.

Bunga mawar beraroma harum, kelopak-kelopaknya begitu tertata, banyak, dan melindungi benang sarinya dengan seksama. Mawar juga tidak mudah menggugurkan mahkota-mahkota bunganya, aku membuktikannya, betapa mawar tetap bermahkota dan berkelopak meskipun mungkin bila ia dipetik dengan tangkainya dan ia diletakkan tanpa air, ia mungkin layu, tapi mahkotanya tidak gugur!

Bunga itu masih lagi dilindungi kelopaknya yang tak kalah teguh. Bukan itu saja! Kau tahu, saudariku ? Mawar begitu sulit terjangkau! Ya! Kita harus berhati-hati memetiknya sebab tangkainya yang meskipun kecil namun kokoh itu berduri.

Begitulah. Setiap bagian dari mawar sempat kuamati. Setiap bagian bunganya begitu mantap dan teguh, selain bentuknya yang indah dan baunya yang harum. Mawar begitu mempesona.

Mawar begitu misterius, elegan . Bentuk dan aromanya yang mempesona, semua membuat orang ingin menikmatinya, memetiknya, memilikinya. Tapi, ternyata tidak mudah mendapatkannya. Untuk memetiknya kita harus berhati-hati agar durinya tidak melukai. Tidak sembarangan kita bisa sambil lalu memetiknya, bila kita tidak ingin’diserang’ oleh durinya. Tangkainya juga tidak mudah dipatahkan. Bila kalian pernah mengalami, kita harus menggunakan alat (gunting, pisau) untuk memotongnya. Iya kan ?

Hmmmmmm……….Begitulah. Mawar. Kau tau saudariku, bahwa ada wanita-wanita seperti mawar. Tapi, mungkin tidak banyak. Dan seorang muslimah yang seperti mawar??? Wah tentu lebih sedikit lagi.

Aku tidak sedang membicarakan kecantikan fisik, meskipun jika itu ada dalam diri seseorang, kita tak bisa menyangkal untuk memujinya.

Wanita atau muslimah yang seperti mawar, begitu enak dipandang. Kecantikannya terpancar dari sebuah keteguhan yang dalam. Kalaupun dia memang dianugerahi kecantikan fisik oleh Allah, dia akan semakin cantik. Kalaupun secara fisik dia tidak tergolong ‘begitu cantik’ namun dia memancarkan kecantikan yang lain. Kecantikan yang membawanya pada sebuah derajat yang begitu tinggi. Elegan.

Wanita yang seperti bunga mawar memiliki keteguhan prinsip, dia mengerti setiap detil dari dirinya begitu berharga, untuk itulah dia menjaganya, melindunginya dengan seksama. Lihat betapa banyak ‘senjata’ yang dimiliki mawar untuk melindungi putik dan benang sarinya. Itulah , perempuan apalagi perempuan Islam, dituntunkan untuk selalu menjaga dirinya, karena setiap bagian jasad, ruh dan akalnya memiliki potensi keindahan.

Wanita atau perempuan yang berkarakter mawar juga sangat teguh pendiriannya. Dia tidak mudah meluruhkan harga dirinya untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan jalan perinsipnya. Lihat, betapa mawar tidak mudah menggugurkan mahkota bunganya meskipun ia layu. Perempuan-perempuan seteguh mawar tidak akan meluruhkan kehormatannya . Dia akan menjaganya meskipun ia harus berjuang untuk itu. Keadaan tidak membuatnya cengeng.

Satu lagi, saudariku. Mawar tidak mudah dipetik. Perempuan-perempuan yang teguh dan meneguhkan, cerdas dan mencerdaskan, baik dan memperbaiki akan memancarkan banyak energi. Semua orang tahu bahwa dia memiliki banayak pesona. Namun pesona itu tidak membuatnya pongah. Pun begitu, perempuan-perempuan berkarakter mawar selalu memancarkan keramahan, kebaikan. Tapi untuk mendapatkannya? Nanti dulu! Bukan jual mahal, tapi ia memiliki izzah (harga diri, kehormatan, rasa PD, bangga bukan karena dirinya tapi ‘bangga’ karena ia memegang teguh Islam dan segala peraturannya).

Pesona mawar membuat orang tidak berani mempermainkannya. Pesona karakter ‘mawar’ akan menyeleksi siapa yang beruntung mendapatkannya dengan cara yang baik, bukan menyerobot apalagi memetiknya dengan paksa! Sebab jika itu dilakukan, Sang Mawar akan melukai tangan pemetiknya yang kasar dan tidak beradab, iya kan?

Maka, siapapun yang ingin memetik mawar-mawar muslimah itu, ia haruslah seorang yang memiliki keteguhan dan daya juang! Ia harus meminta mawar-mawar muslimah itu dari pemiliknya. Siapa pemiliknya? Sang pencinta mawar itu dan pemilik kebun mawar yang sejak kecil merawat dan menjaga Sang mawar agar tumbuh menjadi muslimah yang teguh.

Bagaimana? Jika kalian baca tulisanku ini dan kalian seorang perempuan, muslimah, semoga kalian bergegas untuk menjadi kuntum mawar terindah di kebun rumah orang tua kalian. Jika kalian seorang laki-laki, seorang muslim, dan sedang ‘mengagumi’ salah satu kuntum mawar itu, bersiaplah untuk menjadi pemetiknya yang ‘sekufu’, bukan karena hal-hal yang tampak, tapi dari cara kalian memetiknya!

Ketuklah pintu pagar dimana mawar itu tumbuh, datangi keluarga dimana mawar itu tumbuh dan terjaga (jangan asal slonong apalagi merusak dan memaksanya!) kemudian mohonlah pada Sang Pencipta mawar itu karena Dialah pemilik dan pemeliharanya yang hakiki. Mohonlah agar Ia berkenan menjadikan kalian sepasang insan yang menebarkan kebaikan di taman bumi dan mengetuk surga dengan keagungan yang terjaga!

By Robiah Al-adawiyah

Kuntum-kuntum Bunga Dunia (1)

July 4th, 2005 by winnie1715

                            Episode Bunga Matahari J0178459

Karena cinta aku menuliskannya untuk mu, mungkin juga untukku sendiri. Sebagai pengingat atau teman merenung.

Hari ini aku melihat bunga matahari dihalaman rumah tetanggaku. Anak-anak sekolah menyempatkan menyentuhnya, adikku bahkan meminta bijinya untuk ditanam di kebun belakang rumah kami.

Dan aku? Aku menikmatinya dari dalam rumahku. Adikku berteriak penuh kekaguman ,”lihat! Dia selalu mengikuti arah matahari!” Ya! Tentu saja, batinku. Namanya juga bunga matahari. Tapi mungkin juga sebagian menamainya begitu karena warnanya yang kuning cerah, bulat menyerupai benda langit, sentral planet raya : MATAHARI

Bunga itu menjadi inspirasiku, menuliskannya untuk kalian. Bunga matahri itu selalu mengikuti arah matahari. Dia begitu ikhlas berputar dan menghadapkan wajahnya kesana.

Saat matahari mulai tenggelam, senja datang dan bunga mataharipun merunduk, seolah dia berkata; “kemana matahariku? Aku hilang arah” . Saudariku, muslimah yang tercinta, pernahkah kau merasakan suasana senja hari? Saat matahari mulai tenggelam dan langit kemerahan?

Kalau aku, kadang dikala senja datang, ada sebuah kesedihan yang tiba-tiba menyergap, ada suasana sedih, takut (apalagi bila aku masih di perjalanan , menunggu bus, atau berjalan saat maghrib, belum sampai dirumah ada perasaan yang tidak mengenakkan) . Ah, mungkin itulah mengapa kita diajarkan oleh Rasulullah untuk berdo’a dan banyak berdzikir di sore hari.

Kembali pada bunga matahari. Mungkin dia juga merasakan seperti yang kurasakan saat matahari tenggelam, ya? Saudariku, tidakkah kau tau dan merasakan bahwa bunga matahari itu seperti manusia? Manusia diciptakan untuk mengikuti apa yang diyakininya. Semestinya kita menjadikan Qur’an seperti matahari, dimana disana terkumpul tuntunan, pedoman, dan pancaran kasih sayang Allah. Betapa Allah menurunkan Qur’an seperti matahari yang menerangi bumi. Menjadi petunjuk manusia dalam kehidupannya.

Kita semestinya mengikuti Qur’an kemanapun ia membawa kita, menuruti apa yang Allah tunjukkan. Mengatakan ‘tidak’ terhadap apa yang Allah, Rasul ,Qur’an tuntunkan dan menjadikannya petunjuk bagi hati nurani kita. Mengatakan ‘ya’ dan tanpa malau, ragu atau menawar-nawar perintah Qur’an. Ah…………saudariku, bilakah kita menjadikan Qur’an satu-satunya matahari dalam kehidupan kita?

Bila tidak demikian, Saat kita tak lagi menjadikan Qur’an sebagai matahari, mengingkarinya, menjauhkan diri kita darinya, mengalihkan wajah kita darinya, mengingkari bisikan nurani untuk mengikutnya……Maka kita seperti bunga matahari yang kehilangan mataharinya (maka, apa dia bisa dinamai ‘bunga matahari’ lagi? Sedang ia tak lagi mengikuti matahari, atau kehilangan mataharinya)

Saudariku, kitalah bunga-bunga matahari itu yang beredar dan menundukkan diri dibawah Qur’an, yang menjadikan kita terang, hidup, menjadi penuntun agar kita tetap menjadi makhluk terbaik dan pantas mendapat predikat umat terbaik

Saudariku, aku ingin kita mengihiasi dunia, dan saat kita menjadi orang-orang yang mengikuti Qur’an, niscaya kita akan menjadi orang-orang yang mengagumkan! Tanpa harus mengagumi diri sendiri. Kita akan mulia tanpa harus mendapik diri sebagai orang yang mulia. Seperti manusia yang mengagumi bunga matahari , satu bunga dari taman bumi

By Robiah Al-adawiyah

Make-Up Muslimah

July 3rd, 2005 by winnie1715

RoseAgar anda tampak lebih cantik dan menarik, lakukanlah resep berikut:

  • Jadikanlah ghadhul bashar (menundukkan pandangan) sebagai hiasan kedua matamu, niscaya akan semakin bening dan jernih
  • Oleskan lipstick kejujuran pada bibirmu, niscaya semakin manis
  • Gunakan pemerah pipimu dengan kosmetika yang terbuat dari rasa malu
  • Pakailah sabun istighfar untuk menghilangkan semua dosa dan kesalahan yang kau lakukan
  • Rawatlah rambutmu dengan jilbab islami yang akan menghilangkan ketombe pandangan laki-laki asing yang membahayakan
  • Pakailah giwang kesopanan pada kedua belah telingamu
  • Hiaslah kedua tanganmu dengan gelang tawadhu dan jari-jarimu dengan cincin persahabatanSebaik-baik kalung yang kau pakai adalah kalung kesucian

MENJADI BIDADARI DI DUNIA DAN AKHIRAT

July 3rd, 2005 by winnie1715

Tree22Pernahkah terlintas dalam hatimu ya ukhti, saudariku muslimah untuk menjadi bidadari di dunia dan diakhirat nanti? Pernahkah kau membayangkan betapa cantik dan anggunnya ia, menjadi incaran dan simpanan hamba-hamba Allah yang shalih dan bertakwa. Pernahkah engkau mengangankannya? Pernahkah engkau mengimpikannya? Tidakkah hatimu tergerak untuk segera meraihnya? Sesungguhnya bidadari dunia adalah ia para wanita yang shalihah, memurnikan ibadah hanya untuk-Nya semata, hatinya selalu takut dan terikat dengan rabb-Nya, mentaati-Nya dalam keadaan sendirian ataupun dihadapan banyak manusia. Sosok yang merindukan keridhaan Allah dan rasul-Nya. Selalu terbayang dalam pelupuk matanya surga yang dijanjikan Allah menantinya dari pintu manapun ia suka, ia bisa memasukinya. Hatinya selalu menimbang dengan timbangan akhirat sehingga segala urusan dunia yang bertentangan dengan syariat Allah dan Rasul-Nya akan mudah ia singkirkan dan tinggalkan. Duhai betapa elok dan indah akhlaknya, bila ia belum bersuami maka berbakti kepada kedua orangtuanyalah ladang amalnya memanfaatkan kesempatan yang berharga ini dengan berusaha mendapatkan keridhaan dari keduanya.Bila ia telah bersuami maka bersemangatlah hatinya untuk berbakti kepada suaminya, menemani sang suami dalam keadaan suka dan duka, mendidik anak-anaknya agar mereka berjalan diatas sunnah dan manhaj yang benar yaitu manhaj salafuna shalih. Berani meluruskan suami apabila ia bersalah dengan bahasa yang lembut dan bersabar atas kekurangannya. Membantu suami dalam mentaati Rabb-Nya, sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan amalan hamba-hamba-Nya.Jika engkau bersabar dan istiqamah maka insya Allah engkau akan menjadi penghuni surga yang cantik jelita itu. Janganlah engkau resah dan gundah, merasa kecewa hatimu karena melihat sulitnya jalan untuk meraih kesana. Jalan itu akan mudah engkau tuju apabila engkau memohon pertolongan-Nya dalam setiap desah nafasmu. Sehingga segala tindak tandukmu selalu dalam bimbingan-Nya.Dan, renungkanlah apabila engkau berhasil mencapai predikat wanita shalihah (bidadari dunia) semua adalah karena dari Rabbmu semata, bersyukurlah atas nikmat ini dan janganlah sekali-kali engkau takabur. Ingatlah selalu firman-Nya : ”Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan pertolongan Allah” (huud:88). Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi kita semua wanita-wanita muslimah diatas muka bumi ini yang bercita-cita ingin menjadi bidadari-bidadari diatas dunia ini dan tentu saja diakhirat nanti, Insya Allah.

Written by Ummu Raihanah